Pengukuran Suhu
SOAL LITERASI
Soal 1 (Kontekstual: Mengukur Suhu Badan dengan Termometer Digital)
Teks Bacaan:
Saat merasa badannya hangat, Rian (17 tahun) menggunakan termometer digital untuk mengukur suhu tubuhnya. Layar termometer menampilkan angka 38,5 derajat C. Ibunya yang bekerja sebagai perawat memberi tahu Rian bahwa dalam skala Celcius, suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36,5 derajat C hingga 37,5 derajat C. Untuk memastikan pembacaan standar laboratorium internasional, Rian mencoba mengonversi nilai tersebut ke dalam skala Kelvin, yaitu skala suhu mutlak dalam Sistem Internasional (SI) yang tidak mengenal nilai negatif karena titik terendahnya adalah nol mutlak.
Berdasarkan teks di atas, mengapa skala Kelvin ditetapkan sebagai Satuan Internasional (SI) untuk pengukuran suhu?
A. Karena skala Kelvin diukur berdasarkan titik beku air pada 0 K & titik didih air pada 100 K.
B. Karena skala Kelvin dimulai dari titik nol mutlak (0 K), yaitu kondisi teoritis saat seluruh gerak partikel materi berhenti total.
C. Karena skala Kelvin memiliki jumlah derajat pembagian skala yang sama persis dengan skala Fahrenheit.
D. Karena skala Kelvin menggunakan raksa cair sebagai media pemuaian standarnya.
E. Karena skala Kelvin merupakan satu-satunya skala yang dapat diukur menggunakan termometer infra merah.
Soal 2 (Kontekstual: Perjalanan ke Luar Negeri dan Skala Fahrenheit)
Teks Bacaan:
Siti berlibur ke Amerika Serikat saat musim dingin. Saat membaca ramalan cuaca di smartphone-nya, tertera bahwa suhu udara di kota tersebut adalah 41 derajat F. Siti sempat mengira udara di sana sangat panas karena angka 41 dalam skala Celcius terasa sangat terik. Namun, begitu ia keluar dari bandara, udara terasa sangat dingin menyengat. Siti baru menyadari bahwa masyarakat di negara tersebut biasa menggunakan skala Fahrenheit, di mana titik beku air ditetapkan pada angka 32 derajat F dan titik didih air pada angka 212 derajat F.
Pernyataan yang paling tepat mengenai perbedaan antara skala Celcius dan skala Fahrenheit adalah...
A. Skala Celcius membagi rentang antara titik beku dan titik didih air menjadi 100 bagian, sedangkan skala Fahrenheit membaginya menjadi 180 bagian.
B. Skala Celcius dan skala Fahrenheit memiliki nilai angka yang sama persis pada titik didih air.
C. Perbandingan skala perubahan suhu Celcius terhadap Fahrenheit adalah 5 : 4.
D. Skala Fahrenheit tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu udara di bawah titik beku air.
E. Titik tetap bawah skala Celcius dan Fahrenheit ditetapkan menggunakan campuran es dan zat garam yang berbeda konsentrasi.
Soal 3 (Kontekstual: Mengapa Air Cepat Memuai pada Termometer Raksa/Alkohol)
Teks Bacaan:
Di laboratorium sekolah, Budi mengamati termometer dinding yang menggunakan cairan berwarna merah di dalam pipa kapilernya. Cairan tersebut adalah alkohol yang diberi zat pewarna. Ketika suhu ruangan naik, cairan alkohol di dalam pipa kapiler naik menjauhi tabung reservoir. Pembuatan termometer zat cair ini mengandalkan sifat termometrik bahan, yaitu perubahan sifat fisis zat (dalam hal ini volume zat cair) yang berubah secara teratur seiring perubahan suhu. Air murni tidak digunakan sebagai pengisi termometer karena memiliki sifat anomali dan membasahi dinding kaca.
Mengapa air murni tidak cocok digunakan sebagai cairan pengisi termometer?
A. Karena air murni memiliki warna bening sehingga tidak bisa memuai saat dipanaskan.
B. Karena air membasahi dinding kaca dan mengalami anomali (volume menyusut) pada rentang suhu 0 derajat C hingga 4 derajat C.
C. Karena air tidak dapat membeku meskipun suhu udara mencapai di bawah 0 derajat C.
D. Karena jangkauan pengukuran air sangat luas dibanding zat cair lainnya.
E. Karena pemuaian air bersifat sangat teratur dibanding pemuaian raksa atau alkohol.
SOAL NUMERASI
Soal 4 (Kontekstual: Konversi Suhu Demam ke Skala Fahrenheit)
Saat diperiksa di klinik, suhu tubuh Tono tercatat sebesar T = 40 derajat C. Petugas medis perlu mencatat nilai suhu tersebut ke dalam formulir medis berbahasa Inggris yang menggunakan skala Fahrenheit ( derajat F).
(Rumus konversi Celcius ke Fahrenheit: T F = 9/5 . T C + 32)
Berapakah nilai suhu tubuh Tono jika dinyatakan dalam skala Fahrenheit ( derajat F)?
A. 72 derajat F
B. 86 derajat F
C. 104 derajat F
D. 112 derajat F
E. 122 derajat F
Soal 5 (Kontekstual: Pengukuran Suhu Ruangan dalam Skala Reamur dan Kelvin)
Sebuah sensor suhu di ruang server mencatat suhu ruangan sebesar T = 25 derajat C. Teknisi jaringan ingin mengonversi nilai suhu Celcius tersebut ke dalam skala Reamur (derajat R) dan skala Kelvin (derajat K).
(Rumus: T R = 4/5 . T C dan T K = T C + 273 )
Nilai suhu ruangan tersebut dalam skala Reamur dan Kelvin berturut-turut adalah...
A. 20 derajat R dan 298 K
B. 20 derajat R dan 248 K
C. 31,25 derajat R dan 298 K
D. 31,25 derajat R dan 248 K
E. 45 derajat R dan 300 K
Soal 6 (Kontekstual: Membuat Kalibrasi Termometer Buatan Sendiri)
Dalam praktikum fisika, sekelompok siswa membuat termometer rakitan sendiri dan menamainya Termometer X. Pada termometer X, titik beku air (es mencair) ditetapkan pada angka -10 derajat X dan titik didih air ditetapkan pada angka 140 derajat X (rentang skala = 150 derajat). Jika termometer X tersebut digunakan untuk mengukur air hangat dan menunjukkan angka 50 derajat X.
(Rumus kesetaraan skala: (T X - TBB X) / (TBA X - TBB X) = (T C - TBB C) / (TBA C - TBB C)
Berapakah suhu air hangat tersebut jika diukur menggunakan termometer standar skala Celcius (derajat C)?
A. 30 derajat C
B. 40 derajat C
C. 50 derajat C
D. 60 derajat C
E. 75 derajat C
Tuliskan jawabanmu di kolom komentar website ini ya?

Posting Komentar
0 Komentar