SOAL LITERASI

Soal 1 (Kontekstual: Pengukuran Multimeter vs. Osiloskop)

Teks Bacaan:

Rudi (17 tahun) mengukur tegangan listrik pada stopkontak rumahnya menggunakan multimeter digital (voltmeter AC) dan membaca angka 220 Volt. Namun, ketika gurunya menampilkan bentuk sinyal gelombang listrik dari stopkontak tersebut menggunakan instrumen osiloskop di laboratorium, puncak tertinggi gelombang sinus berada di angka sekitar 311 Volt. Rudi bingung mengapa multimeter digital yang ia gunakan hanya menampilkan angka 220 Volt.

Mengapa voltmeter/multimeter digital menampilkan angka 220 Volt dan bukan 311 Volt?

A. Voltmeter mengalami kerusakan alat sehingga pembacaannya berkurang 91 Volt.

B. Voltmeter AC dirancang khusus untuk mengukur nilai efektif (V eff), yaitu nilai yang setara dengan tegangan DC dalam menghasilkan daya atau panas.

C. Angka 311 Volt pada osiloskop adalah nilai tegangan rata-rata, sedangkan 220 Volt adalah nilai tegangan minimum.

D. Hambatan dalam kabel multimeter menyerap sebagian tegangan sebelum terbaca oleh layar.

E. Arus listrik di stopkontak secara otomatis berubah menjadi arus DC ketika memasuki multimeter.

Soal 2 (Kontekstual: Memilih Sekring / Fuse Listrik Rumah)

Teks Bacaan:

Pak Budi membeli sekring (fuse) pelindung dengan batas arus efektif I eff = 5 Ampere untuk dipasang pada jaringan listrik AC rumahnya. Sekring bekerja berdasarkan efek pemanasan (kalor Joule) akibat arus listrik yang mengalir melaluinya. Jika arus yang melewati sekring menghasilkan panas berlebih di atas batas toleransi, kawat sekring akan meleleh dan memutuskan aliran listrik untuk mencegah kebakaran.

Berdasarkan prinsip kerja sekring tersebut, mengapa konsep nilai efektif (I eff) sangat krusial dalam menentukan pemutus arus listrik AC?

A. Karena sekring hanya bereaksi terhadap arus puncak yang terjadi dalam waktu seperribu detik.

B. Karena efek pemanasan nyata yang dihasilkan arus AC setara dengan efek pemanasan oleh arus DC sebesar nilai efektifnya.

C. Karena nilai arus efektif selalu lebih besar daripada nilai arus maksimum sehingga sekring lebih aman.

D. Karena arus efektif menyebabkan nilai hambatan kawat sekring berkurang menjadi nol.

E. Karena arus bolak-balik tidak dapat menghasilkan panas kecuali jika nilainya mencapai arus maksimum.

Soal 3 (Kontekstual: Spesifikasi Alat Pemanas Air / Water Heater)

Teks Bacaan:

Pada stiker spesifikasi di bagian belakang pemanas air listrik (water heater) tertera keterangan: "220 V / 440 W". Angka 220 V pada label tersebut merupakan tegangan efektif AC dari PLN. Padahal, tegangan AC di dalam saluran rumah sesungguhnya terus berubah naik-turun secara sinusoidal dari +311 V hingga -311 V sebanyak 50 kali setiap detiknya (50 Hz).

Pernyataan yang paling tepat mengenai hubungan antara tegangan label (220 V) dan pemakaian daya riil pemanas air tersebut adalah...

A. Pemanas air hanya menyerap daya saat tegangan mencapai puncak +311 V.

B. Daya riil alat sebesar 440 W dihitung konstan berdasarkan nilai tegangan efektif 220 V, bukan tegangan puncaknya.

C. Daya riil yang dihasilkan alat berfluktuasi drastis dari 0 W hingga 880 W setiap detiknya sehingga tidak stabil.

D. Tegangan efektif 220 V merupakan hasil penjumlahan sederhana antara tegangan puncak positif dan tegangan puncak negatif.

E. Label 220 V menunjukkan batas tegangan maksimum yang boleh masuk sebelum alat rusak.


SOAL NUMERASI

Soal 4 (Kontekstual: Menghitung Tegangan Puncak Listrik Rumah)

Tegangan listrik AC dari jaringan PLN yang masuk ke rumah Tono memiliki nilai efektif V eff = 220 Volt. Tono ingin mengetahui berapa besar puncak gelombang tegangan (V max) yang akan muncul jika stopkontak rumahnya dihubungkan ke alat osiloskop.

(Rumus tegangan puncak: V max = V eff . akar 2, gunakan  akar 2 = 1,414)

Berapakah nilai tegangan puncak (V max) tersebut?

A. 155,6 Volt

B. 220,0 Volt

C. 311,1 Volt

D. 440,0 Volt

E. 622,2 Volt

Soal 5 (Kontekstual: Arus Efektif pada Lampu Pijar)

Sebuah lampu pijar kamar memiliki hambatan elemen R = 44 Ohm. Lampu ini dihubungkan ke sumber tegangan AC sinusoidal yang memiliki tegangan maksimum V max = 220 akar 2 Volt.

(Rumus tegangan efektif: V eff = V max / akar 2, dan Hukum Ohm AC: I eff = V eff / R)

Berapakah besar arus listrik efektif (I eff) yang mengalir melalui lampu pijar tersebut?

A. 2,5 Ampere

B. 3,5 Ampere

C. 5,0 Ampere

D. 7,1 Ampere

E. 10,0 Ampere

Soal 6 (Kontekstual: Menghitung Energi Kalor Setrika Listrik)

Sebuah setrika listrik digunakan untuk menyetrika pakaian selama 10 menit (600 detik). Arus AC sinusoidal yang mengalir pada elemen pemanas setrika dinyatakan dalam persamaan:

I = 4 akar 2 . sin 100.pi.t Ampere

Elemen pemanas setrika tersebut memiliki hambatan R = 50 Ohm.

(Rumus: I eff = I max / akar2,   Daya P = I eff^2 . R,   dan Energi W = P . t)

Berapakah total energi kalor (W) yang dihasilkan oleh setrika listrik tersebut selama 10 menit?

A. 240 kJ

B. 480 kJ

C. 960 kJ

D. 1.350 kJ

E. 1.920 kJ


Tuliskan jawabanmu di kolom komentar website ini ya?